Cari Blog Ini

Rabu, 17 Februari 2016

RUNTUHNYA KERAJAAN SAMUDRA PASAI DAN KERAJAAN SETELAHNYA



Sumber       : SEJARAH PERADABAN ISLAM INDONESIA
Penulis         : Prof. Dr. MusyrifahSunanto
Penerbit       : PT RajaGrafindoPersada, Jakarta. 2005.

PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA
RUNTUHNYA KERAJAAN SAMUDRA PASAI DAN KERAJAAN SETELAHNYA


Samudra Pasai jatuh pada tahun 1350 karena serangan Majapahit. Digantikan oleh Malaka sampai tahun 1511. Malaka pada tahun itu dihancurkan oleh Portugis. Kerajaan Islam kemudian dilanjutkan oleh Aceh Darussalam.
Pertumbuhan kerajaan Aceh disebabkan kemajuan perdagangan pada permulaan abad ke-15 Masehi. Saudagar-saudagar Muslim yang selama ini berdagang dengan Malaka, sesudah Malaka direbut Portugis, memindahkan kegiatan ke Aceh. Jalan dagang yang selama ini dari Malaka melalui selat Karimun ke laut Jawa, pindah melalui selat Sunda menyusuri…..(halaman 24)
…..pantai barat Sumatra. Oleh karena itu, kota Aceh menjadi besar. Di kota Aceh saudagar-saudagar dari berbagai bangsa berdagang, membeli dan menjual barang-barang dari berbagai negeri. Sultan Ali Mughayyat Syahadalah Sultan pertama Aceh yang membesarkan kerajaan Aceh, mengadakan hubungan internasional dengan kerajaan Turki yang pada tahun 1453 sultannya, Muhammad al-Fatih, berhasil merebut Konstantinopel yang kemudian dijadikan ibukota. Sultan Turki memberikan bantuan berupa Meriam dan bendera sebagai lambing perlindungan Turki terhadap Aceh dalam kesatuan kekhalifahan Islam. Di Asia Tenggara hanya Aceh yang diakui oleh Dunia Islam, dengan demikian kedudukan Aceh bertaraf internasional. Oleh karena itu, Aceh berani menantang dan menyerang Portugis.
Puncak kebesaran Aceh terjadi pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636), yang menguasai seluruh pelabuhan dipesisir timur Sumatra sampai Asahan dan Pantai Sumatra Barat. Kepopuleran Iskandar Muda dapat dilihat dari nama-nama yang dipakai: Dharma Wangsa, Perkasa Alam, Johan Berdaulat. Pada zaman kebesaran Aceh terkenal empat ulama besar, yaitu Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani, Nuruddin al-Raniri dan Abd Rauf Singkel.
Dari Aceh kapal-kapal dagang memasuki Selat Sunda menuju pelabuhan Jawa. Di Jawa proses islamisasi sebenarnya sudah berlangsung sejak abad ke-11 M. Sejak itu sampai abad ke-13 dan abad-abad berikutnya, terutama setelah Majapahit mencapai kebesaran, proses islamisasi di pelabuhan-…..(halaman 25)
…..pelabuhan terus berlangsung. Di sanalah kerajaan Islam pertama Jawa, yaitu Demak, berdiri diikuti kerajaan Cirebon dan Banten di Jawa Barat. Demak  berhasil menggantikan Majapahit, dilanjutkan oleh kerajaan Pajang, kemudian Mataram. Ulama-ulama yang  berperan mengembangkan Islam di Jawa adalah Wali Songo.
Pengaruh Islam ke Indonesia bagian timur, terutama Maluku, juga tidak lepas dari jalan perdagangan internasional dengan Malaka dan Jawa. Sejak abad ke-14 M Islam telah datang ke Maluku kira-kira tahun 1460-1465 M. Sementara de Graaf berpendapat, bahwa raja pertama yang benar-benar Muslim adalah Zayn al-Abidin (1486-1500M). Kerajaan terpenting di Maluku adalah Ternate dan Tidore. Abad ke-16 merupakan zaman Ternate dan Tidore, yang bersaing dalam perdagangan. Kekuasaaan mereka merosot dengan kedatangan bangsa Barat. Tidore bersekutu dengan Spanyol, sementara Ternate berteman dengan Portugis. Persaingan menyulut perang. Sultan Khaerun dari Ternate berusaha mengusir Portugis, perang terjadi, ibu kota Ternate tahun 1565 terbakar. Dengan dalih akan berunding Sultan Khaerun diundang ke loji Portugis, namun Sultan dibunuh tahun 1570. Babullah putranya, menyerang Portugis dan berhasil mengusir Portugis tahun 1577. Periode Babullah merupakan puncak kejayaan Ternate. Babullah dapat…..(halaman26)
…..mengislamkan Sulawesi Utara, perdagangan lancar, persahabatan dengan Negara tetangga seperti dengan Gowa-Tallo terjalin dengan baik. Sementara itu, Portugis dan Spanyol dipersatukan tahun 1582 M dan VOC telah menjadi besar. Ternate bersekutu dengan VOC, dapat mengusir Spanyol. Namun VOC tidak mau ada penguasa lain, menjelang tahun 1660 Ternate dan Tidore menaklukkan VOC dengan sultan yang tidak mempunyai kekuasaan.
Islamisasi kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan berasal dari Demak. Rajanya yang pertama, Raden Samudra, masuk Islam dengan gelar Suryanullah atau Suryansyah. Wilayahnya meliputi Sambas, Batanglawai, Sukadana, Kotawaringin, Sampit, Medawi, Sambangan. Sementara itu, Kalimantan Timur diislamkan oleh Dato Ri Bandang dan Tunggang Parangan. Melalui mereka, Raja Mahkota penguasa Kutai masuk Islam, segera dibangun masjid untuk pengajaran agama sekitar tahun 1575.
Sulawesi Selatan sejak abad ke-15 M sudah didatangi pedagang Muslim, mungkin dari Malaka, Jawa dan Sumatra. Di Gowa-Tallo raja-rajanya masuk Islam secara resmi 22 September 1605 dengan Sultan Alauddin (1591-1636) sebagai sultan yang pertama. Sesudah itu menyusul Soppeng, Wajo pada tanggal 10 Mei 1610 dan Bone Islam pada tanggal 23 November 1611…..(halaman 27)

BERDIRINYA KERAJAAN SAMUDRA PASAI



Sumber       : SEJARAH PERADABAN ISLAM INDONESIA
Penulis         : Prof. Dr. Musyrifah Sunanto
Penerbit       : PT RajaGrafindo Persada, Jakarta. 2005.

PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA
BERDIRINYA KERAJAAN SAMUDRA PASAI

 
Pada akhir abad ke-13 Masehi, ketika kerajaan Pasai secara pasti mulai berdiri, kerajaan Islam di luar Nusantara justru mengalami kemunduran yang luar biasa. Dinasti Amawiyah Andalus sedang terdesak ke selatan, Dinasti Fatimi sedang mundur, perang Salib masih berlangsung. Baghdad pada tahun 1258 dihancurkan oleh Hulagu. Oleh karena itu, munculnya kekuasaan Samudra Pasai sebenarnya merupakan akibat arus balik peranan pedagang Muslim. Ketika mereka melihat kehancuran Baghdad, mereka mengalihkan aktivitas…..(halaman 22)
…..perdagangan ke arah Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara. Sejak abad ke-13 sampai ke-14 Masehi Gujarat menjadi pelabuhan yang lebih ramai. Demikian juga daerah Asia Tenggara menjadi lintasan dagang yang lebih penting dari sebelumnya.
Pada awal abad ke-13 di Perlak sudah ada pemukiman Muslim. Hal ini disebabkan karena saudagar Muslim pertama kali singgah di daerah itu setelah mengadakan pelayaran jauh dari sebelah barat dan di tempat itu pula saudagar Muslim asing menunggu waktu untuk memulai pelayaran ke arah barat menuju ke negerinya. Oleh karena itu, di tempat mereka ini mereka lebih lama tinggal dan lebih lama bersentuhan dengan pribumi, sehingga dapat dipahami mengapa kerajaan Islam pertama di Nusantara berdiri di sini, yaitu kerajaan Samudra Pasai pada abad ke-13 Masehi.
Riwayat kerajaan menyebutkan bahwa terjadi perkawinan antara seorang saudagar dengan putri setempat, keturunannya menjadi pendiri kerajaan Islam. Disebutkan raja local Perlak pertama, Sultan Alauddin Sayyid Maulana Abd Azis Syah, ayahnya seorang nahkoda kapal yang bersal dari Gujarat, mengislamkan kepala daerah yang bernama Meurah, mengawini putrinya dan melahirkan putra yang diangkat jadi raja local Perlak. Putri Campa yang Muslimah kawin dengan putra mahkota raja Majapahit dan melahirkan pendiri kerajaan Demak, kerajaan Islam pertama di Jawa. Maulana Ishak mengawini putri Blambangan melahirkan Sunan Giri….(halaman 23)
Ketika kerajaan Samudra Pasai sudah berdiri, perkembangan Islam makin meluas. Samudra Pasai sebagai kerajaan Islam pertama yang mempunyai kekuatan politik dan mempunyai hubungan internasional menjadi pusat politik Islam, dakwah Islam dan ekonomi umat Islam. Rajanya mengadakan mudzakarah tentang Islam, mengimami shalat Jumat dan menjadikan istananya tempat berkumpul ulama-ulama dari Timur Tengah, didatangi oleh penuntut ilmu dan mengirimkan mubalig-mubalig ke daerah-daerah lain, mengawinkan putrinya dengan raja-raja muda kerajaan lain dalam rangka perluasan Islam. Ada seorang ulama yang dating ke sana bernama Ibn Batutah tahun1345 pada zaman Sultan al-Malik al-Zahir. Raja didampingi qadhi al-Syarif Amir Sayid al-Syirozi dan Tajuddin al-Asbihani sebagai ulama dan fuqaha, bermazhab Syafi’i. Kerajaan Pasai mengirim mubalig ke Jawa, yaitu Maulana Malik Ibrahim dan mengislamkan raja Malaka Prameswara menjadi Muslim bergelar Megat Iskandar Syah…..(halaman 24)

SEBAB TERJADINYA KONVERSI MASSAL MASYARAKAT NUSANTARA KEPADA ISLAM PADA MASA PERDAGANGAN (bagian dua)



Sumber       : SEJARAH PERADABAN ISLAM INDONESIA
Penulis         : Prof. Dr. Musyrifah Sunanto
Penerbit       : PT RajaGrafindo Persada, Jakarta. 2005.

PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA
SEBAB TERJADINYA KONVERSI MASSAL MASYARAKAT NUSANTARA KEPADA ISLAM PADA MASA PERDAGANGAN (bagian dua)


Melalui sebab-sebab itu (yang telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya) Islam cepat mendapat pengikut yang banyak. Sebagaimana sudah disebutkan terdahulu bahwa pedagang Muslim asal Arab, Persi, India diperirakan telah sampai ke kepulauan Indonesia untuk bedagang sejak abad ke 7 M (ke-1 H), ketika Islam di Timur Tengah para pedagang berlayar kea rah timur melintasi laut Arab, teluk Oman, teluk Persi singgah di Gujarat, terus ke teluk Benggala atau langsung ke selat Malaka, terus ke Timur ke Cina atau sebaliknya dengan menggunakan angina musim untuk pelayaran pulang pergi. Ada indikasi kapal-kapal Cina juga mengikuti jalur tersebut pada abad ke-9 M. demikian juga kapal-kapal Indonesia mengambil bagian dalam perjalanan ini. Pada zaman Sriwijaya pedagang dari penduduk Nusantara telah mengunjungi pelabuhan Cina dan Pantai Timur Afrika.
Menurut J.C. van Leur diperkirakan sejak 674 Masehi telah ada koloni Arab di barat laut Sumatra yaitu di Badrus. Namun, menurut Taufik Abdullah pada masa itu belum ada…..(halaman 21)
…..bukti bahwa di tempat-tempat yang disinggahi pedagang Muslim sudah ada pribumi Nusantara yang beragama Islam. Diduga para pemeluk Islam itu adalah para pedagang Muslim luar yang singgah dan tinggal sementara untuk menunggu angin musim yang akan mengantarkan kembali ke negeri mereka. Baru pada zaman berikutnya penduduk pribumi ada yang memeluk Islam. Menjelang abad ke-13 Masehi masyarakat Muslim sudah ada di Samudra Pasai, Perlak, Palembang di Pulau Sumatra. Sedangkan di Jawa, makam Fatimah binti Maimun di Leran (Gresik) yang berangka tahun 575 H/1082 M serta makam Troloyo yang berangka tahun abad ke-13 M menjadi bukti berkembangnya komunitas Muslim di pusat kekuasaan Jawa-Hindu di Majapahit.
Dengan cara perlahan dan bertahap, tanpa menolak dengan keras, terhadap kultural masyarakat sekitar, Islam memperkenalkan toleransi dan persamaan derajat. Dalam masyrakat Hindu-Jawa yang menekankan perbedaan derajat, ajaran Islam menarik perhatian. Ditambah lagi kalangan pedagang yang mempunyai orientasi cosmopolitan, panggilan Islam ini kemudian menjadi dorongan untuk mengambil alih kekuasaan politik dari tangan penguasa yang masih kafir….(halaman 22)


SEBAB TERJADINYA KONVERSI MASSAL MASYARAKAT NUSANTARA KEPADA ISLAM PADA MASA PERDAGANGAN (bagian satu)



Sumber       : SEJARAH PERADABAN ISLAM INDONESIA
Penulis        : Prof. Dr. Musyrifah Sunanto
Penerbit      : PT RajaGrafindo Persada, Jakarta. 2005.

PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA
SEBAB TERJADINYA KONVERSI MASSAL MASYARAKAT NUSANTARA KEPADA ISLAM PADA MASA PERDAGANGAN (bagian satu)


Konversi massal masyarakat Nusantara kepada Islam pada masa perdagangan terjadi karena beberapa sebab sebagai berikut:
a.       Portabilitas (siap pakai) system keimanan Islam. Sebelum Islam dating, system kepercayaan local berpusat pada penyembahan arwah nenek moyang yang tidak portable (siap pakai di mana pun dan berlaku kapan pun). Oleh karena itu, para penganut kepercayaan ini tidak boleh jauh dari lingkungannya, sebab kalua jauh mereka tidak akan…..(halaman 18)
…..mendapat perlindungan dari arwah yang mereka puja. Sementara itu, mereka yang karena sesuatu alasan harus meninggalkan lingkungan arwah nenek moyang mencari system keimanan yang berlaku universal, system kepercayaan kepada Tuhan yang berada dimana-mana dan siap memberikan perlindungan di mana pun mereka berada. System kepercayaan seperti itu mereka temukan dalam Islam. Hasilnya ketika wilayah Arab Melayu terekrut ke dalam perdagangan internasional, para pedagang Muslim mancanegara memainkan peranan penting medorong konversi massal yang terjadi di kota-kota pelabuhan, yang kemudian berkembang menjadi entitas politik Muslim.
b.      Asosiasi Islma dengan kekayaan. Ketika penduduk pribumi Nusantara bertemu dan berinteraksi dengan orang Muslim pendatang di pelabuhan, mereka adalah pedagang kaya raya. Seperti dicata seorang Spanyol yang mengamati islamisasi awal Filipina: “Orang Moro (Muslim) itu memiliki banyak emas….” Mereka orang kaya karena mereka para pedagang. Karena kekayaan dan kekuatan ekonominya, mereka bisa memainkan peranan penting dalam bidan politik entitas local dan bidang diplomatic. Ini terlihat misalnya, pada abad ke-10 dan ke-12, tidak kurang dari dua belas orang Muslim (pedagang) menjadi duta-duta Sriwijaya dalam politik dan perdagangan dengan Cina dan negara-negara di Timur Tengah…..(halaman 19)
c.       Kejayaan militer. Orang Muslim dipandang perkasa dan tangguh dalam peperangan. Majapahit dipercaya telah dikalahkan para pejuang Muslim yang tidak bisa ditundukkan secara magis. Penduduk setempat percaya mereka yang perkasa dan tangguh itu karena memilii kekuatan-kekuatan adikodrati.
d.      Memperkenalkan tulisan. Agama Islam memperkenalkan tulisan ke berbagai wilayah Asia Tenggara yang sebagian besar belum mengenal tulisan, sedangkan sebagian yang lain sudah mengenal huruf Sanskrit. Pengenalan tulisan Arab memberikan kesempatan lebih besar untuk mempunyai kemampuan membaca (literacy). Islam juga meletakkan otoritas keilahian pada kitab suci yang ditulis dalam Bahasa yang tidak dikuasai penduduk local sehingga memperkuat bobot sakralitasnya.
e.       Mengajarkan penghapalan. Para penyebar Islam menyandarkan otoritas sacral. Mereka membuat teks-teks yang ditulis untuk menyampaikan kebenaran yang dapat dipahami dan dihapalkan. Hapalan menjadi sangan penting bagi penganut baru, khususnya untuk kepentingan ibadah-ibadah seperti shalat.
f.       Kepandaian dan penyembuhan. Di Jawa terdapat legenda yang mengaitkan penyebaran Islam dengan epidemic yang melanda penduduk. Tradisi tentang konversi kepada Islam berhubungan dengan kepercayaan bahwa tokoh-tokoh Islam pandai menyembuhkan. Raja Patani menjadi Muslim setelah disembuhkan dari penyakitnya oleh seorang Syaikh dari Pasai.
g.      Pengajaran tentang moral. Islam menawarkan keselamatan dari berbagai kekuatan jahat. Misalnya, orang….(halaman 20)
…..yang taat akan dilindungi Tuhan dari segala arwah dan kekuatan jahat, bahkan orang yang taat akan diberi imbalan surge di akhirat, sebaliknya orang yang sengsara juga akan mendapat balasan yang sama jika mereka saleh. Pandangan lama tentang kehidupan akhirat penuh dengan kemungkinan yang menakutkan, sebaliknya Islam memperkenalkan janji surga yang menyenangkan…..(halaman 21).