Sumber : SEJARAH PERADABAN ISLAM INDONESIA
Penulis : Prof. Dr. MusyrifahSunanto
Penerbit : PT RajaGrafindoPersada, Jakarta. 2005.
PERKEMBANGAN
ISLAM DI NUSANTARA
RUNTUHNYA
KERAJAAN SAMUDRA PASAI DAN KERAJAAN SETELAHNYA
Samudra
Pasai jatuh pada tahun 1350 karena serangan Majapahit. Digantikan oleh Malaka sampai
tahun 1511. Malaka pada tahun itu dihancurkan oleh Portugis. Kerajaan Islam
kemudian dilanjutkan oleh Aceh Darussalam.
Pertumbuhan
kerajaan Aceh disebabkan kemajuan perdagangan pada permulaan abad ke-15 Masehi.
Saudagar-saudagar Muslim yang selama ini berdagang dengan Malaka, sesudah Malaka
direbut Portugis, memindahkan kegiatan ke Aceh. Jalan dagang yang selama ini dari
Malaka melalui selat Karimun ke laut Jawa, pindah melalui selat Sunda menyusuri…..(halaman
24)
…..pantai
barat Sumatra. Oleh karena itu, kota Aceh menjadi besar. Di kota Aceh
saudagar-saudagar dari berbagai bangsa berdagang, membeli dan menjual barang-barang
dari berbagai negeri. Sultan Ali Mughayyat Syahadalah Sultan pertama Aceh yang
membesarkan kerajaan Aceh, mengadakan hubungan internasional dengan kerajaan Turki
yang pada tahun 1453 sultannya, Muhammad al-Fatih, berhasil merebut Konstantinopel
yang kemudian dijadikan ibukota. Sultan Turki memberikan bantuan berupa Meriam
dan bendera sebagai lambing perlindungan Turki terhadap Aceh dalam kesatuan kekhalifahan
Islam. Di Asia Tenggara hanya Aceh yang diakui oleh Dunia Islam, dengan demikian
kedudukan Aceh bertaraf internasional. Oleh karena itu, Aceh berani menantang dan
menyerang Portugis.
Puncak
kebesaran Aceh terjadi pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636), yang
menguasai seluruh pelabuhan dipesisir timur Sumatra sampai Asahan dan Pantai
Sumatra Barat. Kepopuleran Iskandar Muda dapat dilihat dari nama-nama yang
dipakai: Dharma Wangsa, Perkasa Alam, Johan Berdaulat. Pada zaman kebesaran
Aceh terkenal empat ulama besar, yaitu Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani,
Nuruddin al-Raniri dan Abd Rauf Singkel.
Dari
Aceh kapal-kapal dagang memasuki Selat Sunda menuju pelabuhan Jawa. Di Jawa
proses islamisasi sebenarnya sudah berlangsung sejak abad ke-11 M. Sejak itu sampai
abad ke-13 dan abad-abad berikutnya, terutama setelah Majapahit mencapai kebesaran,
proses islamisasi di pelabuhan-…..(halaman 25)
…..pelabuhan
terus berlangsung. Di sanalah kerajaan Islam pertama Jawa, yaitu Demak, berdiri
diikuti kerajaan Cirebon dan Banten di Jawa Barat. Demak berhasil menggantikan Majapahit, dilanjutkan
oleh kerajaan Pajang, kemudian Mataram. Ulama-ulama yang berperan mengembangkan Islam di Jawa adalah
Wali Songo.
Pengaruh
Islam ke Indonesia bagian timur, terutama Maluku, juga tidak lepas dari jalan
perdagangan internasional dengan Malaka dan Jawa. Sejak abad ke-14 M Islam
telah datang ke Maluku kira-kira tahun 1460-1465 M. Sementara de Graaf
berpendapat, bahwa raja pertama yang benar-benar Muslim adalah Zayn al-Abidin
(1486-1500M). Kerajaan terpenting di Maluku adalah Ternate dan Tidore. Abad
ke-16 merupakan zaman Ternate dan Tidore, yang bersaing dalam perdagangan.
Kekuasaaan mereka merosot dengan kedatangan bangsa Barat. Tidore bersekutu
dengan Spanyol, sementara Ternate berteman dengan Portugis. Persaingan menyulut
perang. Sultan Khaerun dari Ternate berusaha mengusir Portugis, perang terjadi,
ibu kota Ternate tahun 1565 terbakar. Dengan dalih akan berunding Sultan
Khaerun diundang ke loji Portugis, namun Sultan dibunuh tahun 1570. Babullah
putranya, menyerang Portugis dan berhasil mengusir Portugis tahun 1577. Periode
Babullah merupakan puncak kejayaan Ternate. Babullah dapat…..(halaman26)
…..mengislamkan
Sulawesi Utara, perdagangan lancar, persahabatan dengan Negara tetangga seperti
dengan Gowa-Tallo terjalin dengan baik. Sementara itu, Portugis dan Spanyol
dipersatukan tahun 1582 M dan VOC telah menjadi besar. Ternate bersekutu dengan
VOC, dapat mengusir Spanyol. Namun VOC tidak mau ada penguasa lain, menjelang
tahun 1660 Ternate dan Tidore menaklukkan VOC dengan sultan yang tidak
mempunyai kekuasaan.
Islamisasi
kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan berasal dari Demak. Rajanya yang pertama,
Raden Samudra, masuk Islam dengan gelar Suryanullah atau Suryansyah. Wilayahnya
meliputi Sambas, Batanglawai, Sukadana, Kotawaringin, Sampit, Medawi,
Sambangan. Sementara itu, Kalimantan Timur diislamkan oleh Dato Ri Bandang dan
Tunggang Parangan. Melalui mereka, Raja Mahkota penguasa Kutai masuk Islam,
segera dibangun masjid untuk pengajaran agama sekitar tahun 1575.
Sulawesi
Selatan sejak abad ke-15 M sudah didatangi pedagang Muslim, mungkin dari
Malaka, Jawa dan Sumatra. Di Gowa-Tallo raja-rajanya masuk Islam secara resmi
22 September 1605 dengan Sultan Alauddin (1591-1636) sebagai sultan yang
pertama. Sesudah itu menyusul Soppeng, Wajo pada tanggal 10 Mei 1610 dan Bone
Islam pada tanggal 23 November 1611…..(halaman 27)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar