Cari Blog Ini

Rabu, 17 Februari 2016

BERDIRINYA KERAJAAN SAMUDRA PASAI



Sumber       : SEJARAH PERADABAN ISLAM INDONESIA
Penulis         : Prof. Dr. Musyrifah Sunanto
Penerbit       : PT RajaGrafindo Persada, Jakarta. 2005.

PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA
BERDIRINYA KERAJAAN SAMUDRA PASAI

 
Pada akhir abad ke-13 Masehi, ketika kerajaan Pasai secara pasti mulai berdiri, kerajaan Islam di luar Nusantara justru mengalami kemunduran yang luar biasa. Dinasti Amawiyah Andalus sedang terdesak ke selatan, Dinasti Fatimi sedang mundur, perang Salib masih berlangsung. Baghdad pada tahun 1258 dihancurkan oleh Hulagu. Oleh karena itu, munculnya kekuasaan Samudra Pasai sebenarnya merupakan akibat arus balik peranan pedagang Muslim. Ketika mereka melihat kehancuran Baghdad, mereka mengalihkan aktivitas…..(halaman 22)
…..perdagangan ke arah Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara. Sejak abad ke-13 sampai ke-14 Masehi Gujarat menjadi pelabuhan yang lebih ramai. Demikian juga daerah Asia Tenggara menjadi lintasan dagang yang lebih penting dari sebelumnya.
Pada awal abad ke-13 di Perlak sudah ada pemukiman Muslim. Hal ini disebabkan karena saudagar Muslim pertama kali singgah di daerah itu setelah mengadakan pelayaran jauh dari sebelah barat dan di tempat itu pula saudagar Muslim asing menunggu waktu untuk memulai pelayaran ke arah barat menuju ke negerinya. Oleh karena itu, di tempat mereka ini mereka lebih lama tinggal dan lebih lama bersentuhan dengan pribumi, sehingga dapat dipahami mengapa kerajaan Islam pertama di Nusantara berdiri di sini, yaitu kerajaan Samudra Pasai pada abad ke-13 Masehi.
Riwayat kerajaan menyebutkan bahwa terjadi perkawinan antara seorang saudagar dengan putri setempat, keturunannya menjadi pendiri kerajaan Islam. Disebutkan raja local Perlak pertama, Sultan Alauddin Sayyid Maulana Abd Azis Syah, ayahnya seorang nahkoda kapal yang bersal dari Gujarat, mengislamkan kepala daerah yang bernama Meurah, mengawini putrinya dan melahirkan putra yang diangkat jadi raja local Perlak. Putri Campa yang Muslimah kawin dengan putra mahkota raja Majapahit dan melahirkan pendiri kerajaan Demak, kerajaan Islam pertama di Jawa. Maulana Ishak mengawini putri Blambangan melahirkan Sunan Giri….(halaman 23)
Ketika kerajaan Samudra Pasai sudah berdiri, perkembangan Islam makin meluas. Samudra Pasai sebagai kerajaan Islam pertama yang mempunyai kekuatan politik dan mempunyai hubungan internasional menjadi pusat politik Islam, dakwah Islam dan ekonomi umat Islam. Rajanya mengadakan mudzakarah tentang Islam, mengimami shalat Jumat dan menjadikan istananya tempat berkumpul ulama-ulama dari Timur Tengah, didatangi oleh penuntut ilmu dan mengirimkan mubalig-mubalig ke daerah-daerah lain, mengawinkan putrinya dengan raja-raja muda kerajaan lain dalam rangka perluasan Islam. Ada seorang ulama yang dating ke sana bernama Ibn Batutah tahun1345 pada zaman Sultan al-Malik al-Zahir. Raja didampingi qadhi al-Syarif Amir Sayid al-Syirozi dan Tajuddin al-Asbihani sebagai ulama dan fuqaha, bermazhab Syafi’i. Kerajaan Pasai mengirim mubalig ke Jawa, yaitu Maulana Malik Ibrahim dan mengislamkan raja Malaka Prameswara menjadi Muslim bergelar Megat Iskandar Syah…..(halaman 24)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar