Cari Blog Ini

Rabu, 17 Februari 2016

SEBAB TERJADINYA KONVERSI MASSAL MASYARAKAT NUSANTARA KEPADA ISLAM PADA MASA PERDAGANGAN (bagian dua)



Sumber       : SEJARAH PERADABAN ISLAM INDONESIA
Penulis         : Prof. Dr. Musyrifah Sunanto
Penerbit       : PT RajaGrafindo Persada, Jakarta. 2005.

PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA
SEBAB TERJADINYA KONVERSI MASSAL MASYARAKAT NUSANTARA KEPADA ISLAM PADA MASA PERDAGANGAN (bagian dua)


Melalui sebab-sebab itu (yang telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya) Islam cepat mendapat pengikut yang banyak. Sebagaimana sudah disebutkan terdahulu bahwa pedagang Muslim asal Arab, Persi, India diperirakan telah sampai ke kepulauan Indonesia untuk bedagang sejak abad ke 7 M (ke-1 H), ketika Islam di Timur Tengah para pedagang berlayar kea rah timur melintasi laut Arab, teluk Oman, teluk Persi singgah di Gujarat, terus ke teluk Benggala atau langsung ke selat Malaka, terus ke Timur ke Cina atau sebaliknya dengan menggunakan angina musim untuk pelayaran pulang pergi. Ada indikasi kapal-kapal Cina juga mengikuti jalur tersebut pada abad ke-9 M. demikian juga kapal-kapal Indonesia mengambil bagian dalam perjalanan ini. Pada zaman Sriwijaya pedagang dari penduduk Nusantara telah mengunjungi pelabuhan Cina dan Pantai Timur Afrika.
Menurut J.C. van Leur diperkirakan sejak 674 Masehi telah ada koloni Arab di barat laut Sumatra yaitu di Badrus. Namun, menurut Taufik Abdullah pada masa itu belum ada…..(halaman 21)
…..bukti bahwa di tempat-tempat yang disinggahi pedagang Muslim sudah ada pribumi Nusantara yang beragama Islam. Diduga para pemeluk Islam itu adalah para pedagang Muslim luar yang singgah dan tinggal sementara untuk menunggu angin musim yang akan mengantarkan kembali ke negeri mereka. Baru pada zaman berikutnya penduduk pribumi ada yang memeluk Islam. Menjelang abad ke-13 Masehi masyarakat Muslim sudah ada di Samudra Pasai, Perlak, Palembang di Pulau Sumatra. Sedangkan di Jawa, makam Fatimah binti Maimun di Leran (Gresik) yang berangka tahun 575 H/1082 M serta makam Troloyo yang berangka tahun abad ke-13 M menjadi bukti berkembangnya komunitas Muslim di pusat kekuasaan Jawa-Hindu di Majapahit.
Dengan cara perlahan dan bertahap, tanpa menolak dengan keras, terhadap kultural masyarakat sekitar, Islam memperkenalkan toleransi dan persamaan derajat. Dalam masyrakat Hindu-Jawa yang menekankan perbedaan derajat, ajaran Islam menarik perhatian. Ditambah lagi kalangan pedagang yang mempunyai orientasi cosmopolitan, panggilan Islam ini kemudian menjadi dorongan untuk mengambil alih kekuasaan politik dari tangan penguasa yang masih kafir….(halaman 22)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar