Cari Blog Ini

Rabu, 17 Februari 2016

SALURAN-SALURAN TERSEBARNYA ISLAM KE INDONESIA



Sumber       : SEJARAH PERADABAN ISLAM INDONESIA
Penulis        : Prof. Dr. Musyrifah Sunanto
Penerbit      : PT RajaGrafindo Persada, Jakarta. 2005.

TEORI TENTANG MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
SALURAN-SALURAN TERSEBARNYA ISLAM KE INDONESIA


Islam di Indonesia baik secara historis maupun sosiologis sangat kompleks, terdapat banyak masalah, misalnya tentang sejarah dan perkembangan awal Islam. Oleh karena itu, para sarjana sering berbeda pendapat. Harus diakui bahwa penulisan sejarah Indonesia diawali oleh golongan orientalis yang sering ada usaha untuk meminimalisasi peran Islam, di samping usaha para sarjana Muslim yang ingin mengemukakan fakta sejarah yang lebih jujur.
Suatu kenyataan bahwa kedatangan Islam ke Indonesia dilakukan secara dama. Berbeda dengan penyebaran Islam di Timur Tengah yang dlam beberapa kasus disertai dengan pemerintahan dengan…..(halaman 9)
…..mengangkat Meurah Silu, kepaala suku Gampung Samudra menjadi Sultan Malik as-Sholeh.
Dari paparan di atas dapat dijelaskan bahwa tersebarnya Islam ke Indonesia adalah melalui saluran-saluran sebagai berikut.
a.       Perdagangan, yang mempergunakan sarana pelayaran.
b.      Dakwah, yang dilakukan oleh mubalig yang berdatangan bersama para pedagang. Para mubalig itu bisa jadi juga para sufi pengembara.
c.       Perkawinan, yaitu perkawinan antara pedagang Muslim, mubalig dengan anak bangsawan Indonesia. Hal ini akan mempercepat terbentuknya inti social, yaitu keluarga Muslim dan masyarakat Muslim. Dengan perkawinan itu secara tidak langsung orang muslim tersebut status soosialnya dipertinggi dengan sifat charisma kebangsawanan. Lebih-lebih apabila pedagang besar kawin dengan putri raja, maka keturunannya akan menjadi pejabat birokrasi, putra mahkota kerajaan, syahbandar, qadi dan lain-lain.
d.      Pendidikan. Setelah kedudukan para pedagang mantap, mereka menguasai kekuatan ekonomi di bandar-bandar seperti Gresik. Pusat-pusat perekonomian itu berkembang menjadi pusat pendidikan dan penyebaran Islam. Pusat-pusat pendidikan dan dakwah Islam di Kerajaan Samudra Pasai berperan sebagai pusat dakwah pertama yang…..(halaman 10)
…..didatangi pelajar-pelajar dan mengirim mubalig lokal, diantaranya mengirim Maulana Malik Ibrahim ke Jawa. Selain menjadi pusat-pusat pendidikan, yang disebut pesantren, di Jawa juga merupakan markas pengemblengan kader-kader politik. Misalnya, Raden Fatah, Raja Islam pertama Demak, adalah santri pesantren Ampel Denta; Sunan Gunung Jati, Sultan Cirebon pertama adalah didikan persantren Gunung Jati dengan Syaikh Dzatu Kahfi; Maulana Hasanuddin yang diasuh ayahnya Sunan Gunung Jati yang kelak menjadi Sultan Banten pertama.
e.       Tasawuf dan tarekat. Sudah diterangkan bahwa bersamaan dengan pedagang, datang juga para ulama, da’I dan sufi pengembara. Para ulama atau sufi itu ada yang kemudian diangkat menjadi penasihat dan atau pejabat agama di kerajaan. Di Aceh ada Syaikh Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani, Nuruddin ar-Raniri, Abd. Rauf Singkel. Demikian juga kerajaan-kerajaan di Jawa mempunyai penasihat yang bergelar wali, yang terkenal adalah Wali Songo.
Para sufi menyebarkan Islam melalui dua cara:
1)      Dengan membentuk kader mubalig, agar mampu mengajarkan serta menyebarkan agama Islam di daerah asalnya. Dengan demikian, Abd. Rauf mempunyai murid yang kemudian menyebarkan Islam ditempat asalnya, di antaranya Syaikh Burhanuddin Ulakan, kemudian Syaikh Abd Muhyi Pamijahan…..(halaman 11)
…..Jawa Barat; Sunan Giri mempunyai murid Sultan Zaenul Abidin dari Ternate; Dato Ri Bandang menyebarkan Islam ke Sulawesi, Bima dan Buton; Khatib Sulaeman di Minangkabau mengembangkan Islam ke Kalimantan Timur; Sunan Prapen (ayahnya Sunan Giri) menyebarkan Islam ke Nusa Tenggara Barat.
2)      Melalui karya-karya tulis yang tersebar dan dibaca diberbagai tempat. Di abad ke-17, Aceh adalah pusat perkembangan karya-karya keagamaan yang ditulis para ulama dan para sufi. Hamzah Fansuri menulis anara lain Asrar al-Arifin fi Bayan ila al-Suluk wa al-Tauhid, juga Syair Perahu  yang merupakan syair sufi. Nuruddin, ulama zaman Iskandar Tsani, menulis kitab hukum Islam Shirat al-Mustaqim.
f.       Kesenian. Saluran yang banyak sekali dipakai untuk penyebaran Islam terutama di Jawa adalah seni. Wali Songo, terutama Sunan Kali Jaga, mempergunakan banyak cabang seni untuk Islamisasi, seni arsitektur, gamelan, wayang, nyanyian dan seni busana.
Melalui saluran-saluran itu Islam secara berangsur-angsur menyebar…..(halaman 12)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar